Trading dan Investasi

ad1

Iklan Gratis

Viral! Aku Nyaris Jadi Gigolo Karena Istri Sange 2

 Aopok.com - “Tunggu dulu! Aku sedang menunggu seseorang, bisa kan sabar sebentar?” kata Riva sambil lagi-lagi ia melongok keluar seolah-olah menanti seseorang. Sejak beberapa saat yang lalu, Riva memang terlihat agak gelisah, ia berulang kali menelepon dan keluar masuk ruangan.

Akhirnya menjelang jam tiga, aku baru tahu siapa yang ditunggu oleh Riva. Orang itu ternyata adalah seorang lelaki dewasa berusia sekitar 35 tahunan, Riva memperkenalkannya pada kami sebagai rekan bisnis Papanya yang mempunyai art shop di daerah Bedugul. Namanya sebut saja Om Richard.


Sekalipun usianya cukup jauh di atas kami ternyata Om Richard orangnya asyik juga, malahan sore itu ia tak hanya bicara bisnis saja dengan Riva melainkan ia juga sempat mengobrol dengan kami bertiga tentang banyak hal, masa remajanya bahkan sampai tentang film-film Hollywood yang baru dirilis. Penampilannya juga terkesan funky untuk orang-orang seusianya yang hampir menginjak kepala empat.

“Kalian mau mampir ke tempat Om di Baturiti?” ajak Om Richard kemudian di akhir obrolan kami sore itu. Kebetulan, arah perjalanan pulang dari Bedugul melewati desa Baturiti seperti yang disebutkan om Richard. Jadi, kami bertiga pun setuju untuk mampir sebentar di rumah om Richard. Om Richard dengan mobilnya berjalan lebih dahulu, sementara kami bertiga menyusul di belakangnya.

“Gila, suka ngebut juga tuh om!” ujar Riva ketika mobilnya jauh tertinggal di belakang Om Richard.

Beberapa saat kemudian, kami tiba juga di rumah yang diakui sebagai rumah om Richard. Atau lebih tepatnya bukan rumah tinggal, melainkan sebuah rumah peristirahatan atau yang biasa disebut villa, karena om Richard dan keluarganya juga tinggal di Denpasar. Lokasinya memang tidak di pinggir jalan besar, melainkan masih harus masuk melewati perkampungan dan menempuh jarak selama kurang lebih 20 menit perjalanan dari jalan raya. Tempatnya sangat sunyi dan seandainya hari tidak berkabut, pastilah dari tempat itu bisa dinikmati pemandangan barisan pegunungan yang sangat indah.



“Berapa beli villa ini, om?” tanya Mario penasaran setelah kami memasuki bangunan mungil yang asri dan nyaman itu.

“Delapan ratus! Kebetulan dulunya villa ini punya temen om sendiri, orang bule!”

Om Richard mengantar kami mengelilingi setiap sudut rumah itu sampai ke pekarangan belakang dimana terdapat taman yang tertata rapi dan sebuah kolam renang. Sesudah itu, ia menyuruh kami duduk di ruang tengah sambil memutarkan sebuah laserdisc untuk kami. Lanjut baca!

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Leave A Comment...

ad2

Chord dan Lirik

Explore Indonesia