Trading dan Investasi

ad1

Iklan Gratis

Viral! Aku Nyaris Jadi Gigolo Karena Istri Sange 1

 Tradingan.com - Nyaris binasa..! Yah, barangkali kalimat itulah yang bisa menggambarkan keadaanku setahun silam, atau lebih tepatnya awal bulan Agustus tahun lalu. Aku jelas-jelas belum lupa dan tak akan pernah melupakan kejadian yang hampir menenggelamkanku dalam kehidupan bejat itu. Aku sebenarnya tak tahu bagaimana harus menceritakannya, aku tak pandai bercerita dan disamping itu aku juga bingung harus memulainya dari mana. Tetapi aku akan coba, mungkin tak seindah karya seorang pujangga dan semanis buah tangan seorang penulis, namun aku akan tetap mencobanya.


Dalam batinku, aku rasa kalau aku harus menumpahkannya dalam sebuah tulisan untuk melepaskan sedikit ganjalan di batinku. Penting kuingatkan sebelumnya, bahwa tulisan ini dibuat tanpa bermaksud membawa pikiran pembaca kepada hal-hal negatif dan pornografi. Maafkan aku sebelumnya, jika pikiran anda ternyata tak terkontrol ketika meresapi cerita ini. Sejujurnya, aku dapat katakan disini bahwa dalam tulisan ini tak melulu berisi hal-hal yang negatif dan ilmu anatomi tubuh manusia saja, melainkan lebih lagi menyimpan sebuah pelajaran yang berharga tentang apa yang disebut “Ilmu kehidupan.”

Aku tahu, pasti ada beberapa pembaca yang akan langsung menutup page ini ketika membaca kata-kataku di atas, khususnya para pembaca bernafsu besar yang selalu ingin lebih dan lebih lagi dalam hal-hal seperti itu (kalian tahu sendirilah, maksudnya! Oke?). Tapi tak apalah, aku bisa memakluminya sebagai orang yang pernah mengalami saat-saat dimana pikiran ini seolah-olah hanya dipenuhi oleh sex, sex dan sex. Namun tak lupa juga kuucapkan terima kasih bagi kalian yang berani meluangkan sedikit waktu dan uang untuk membayar biaya warnet hanya demi membaca tulisan singkat yang sedikit acak-acakan ini.

Oke, sebelumnya aku ingin sampaikan sedikit perkenalan. Namaku sebut saja Reino, beberapa hari lagi aku berulang tahun yang kedua puluh satu. Kata orang, umur dua puluh satu adalah titik balik awal kedewasaan seorang laki-laki. Aku lahir dan dibesarkan di suatu kota yang maaf saja tak bisa kusebutkan, sebut saja kota M. Namun, sejak SMU aku tinggal di pulau Dewata, kumpul dengan keluarga om-ku. Jujur saja, sebetulnya awalnya aku merasa terpaksa tinggal bersama keluarga besar om-ku seperti umumnya anak pungut yang lain. Namun, aku harus menjalaninya untuk bisa terus melanjutkan sekolah setelah kedua orang tuaku tak lagi punya pekerjaan tetap.

Tetapi lambat laun, aku mulai bisa menyesuaikan diri dengan tempat tinggal baruku. Apalagi, setelah aku mendapatkan banyak teman dan sahabat baik di kota dimana aku tinggal kini. Dua orang sahabatku yang paling baik adalah Riva dan Mario. Aku dan Mario sudah bersahabat sejak duduk di bangku SMU kelas dua, karena kebetulan dia adalah salah satu teman sekelasku. Sedangkan, Riva kukenal dari Mario. Kalau mendengar ceritanya, Riva masih memiliki darah turunan Swiss bercampur Bali.



Memang, tampangnya tak mirip orang indonesia atau tampang melayu seperti yang banyak berkeliaran di jalanan. Kulitnya lebih putih dan hidungnya bangir seperti bule. Kalau dibandingkan di antara kami bertiga, memang Riva-lah yang paling cute dengan tampang indonya itu. Mario pun sebenarnya juga tampan, meski kulitnya agak sedikit gosong, but he is black sweet! Sedangkan aku, bagaimana yah? aku tak bisa mendeskripsikan diriku sendiri. Tapi yang jelas aku ada keturunan chineese dan berbadan lebih kekar dibandingkan kedua sahabatku agak kerempeng itu, karena kebetulan aku memang sport mania. Lanjut baca!

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Leave A Comment...

ad2

Chord dan Lirik

Explore Indonesia